Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Thursday, July 28, 2011

Cowok menang milih, cewek menang nolak

Dari zaman Adam dan Hawa sampai sekarang, wanita memang didesain untuk tidak memulai terlebih dahulu dalam hal cinta. Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu dan mengejar-ngejar pria. Karena wanita memang tidak di desain untuk itu.

Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria di lamar oleh wanita,aku sangat tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari ini aku masih menganggapnya sebuah keanehan. Aneh!!!! Namun aku menghormatinya.

Aku suka kata-kata ini : Cowok menang milih, cewek menang nolak!!!

Kedengarannya win-win solution. Ya... bisa begitu. Cowok memang bisa memilih wanita mana saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan
wanita mana saja yang hatinya memang "jatuh". Toh, sampai hari ini jumlah
cewek di dunia ini jauhhhhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari cowok.

Cowok kalau nembak cewek ditolak, respon selanjutnya ada dua, pertama, mencoba lagi untuk kedua, ketiga, keempat, atau kesekian kalinya atau kedua, tidak melanjutkan dan berkelana mencari yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari pria. Dan harga diri seorang pria tidak akan turun dan tercabik-cabik hanya karena cintanya ditolak. Karena pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba dan mencoba lagi. Sampai dapat!
"Emang cewek elo doang??" . Pikiran seperti itu ada kadang disana .

Tetapi kalau wanita begitu agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak hehhee... Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu.

Pria dan wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang!
Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak
wanita yang mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih.
Jadi kalau cewek menang milih...maka berarti cowok menang nolak!
Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak "bermain" pikiran, daripada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah "menang" milih cowok yang mana aja???

Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada
para wanita, khususnya.

Paling tidak ada dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui sangat bahagia. Pertama adalah ibuku sendiri. Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dengan tubuh proposional. Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun wanita itu memaksanya.
Ayahku pria sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dengan wanita yang sama, yaitu ibuku.

Usia pernikahan mereka sudah 29 tahun dan percintaan mereka bertambah
kuat dari hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling bahagia
di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan bak ratu.

Kemudian yang kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang
manis itu. Di usianya yang 26 tahun seorang pria yang sangat mencintainya
dan telah setia menunggunya selama 6 tahun, menyatakan keinginannya
untuk menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun enam tahun
yang lalu, adikku tidak meresponinya, namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini
adikku tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI dan bukan
memulai untuk mencintai. Sebelumnya, aku tahu adikku berharap dapat
menjalani hubungan dengan seorang pria gagah dari angkatan laut.
Namun pria itu ternyata tidak sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia
harus melupakan pria itu dan memberi kesempatan untuk yang lain.
Hari ini adikku, diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya.
Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yang semakin baik, hari ke hari.
Aku pikir, adikku wanita yang paling bahagia saat ini. Karena seorang pria
datang kepadanya dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu,
begitu agresif dan sangat mencintai seorang pria dan akhirnya
memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang,
sesungguhnya dia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya.
Karena suaminya punya cinta yang lain. Dan wanita itu harus membayar harganya. Sangat mahal.
Ia harus berkorban selama percintaannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yang terus-menerus dan yang paling menyedihkan selalu korban perasaan.
Padahal bukankah seharusnya suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya?
Muka mereka menjadi begitu kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering.
Karena tidak 'disirami' cinta suaminya. Karena sekali lagi, suaminya punya
cinta yang lain.

Para wanita, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu,
atau hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak
belajar mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu
dengan begitu berharga?

Mungkin awalnya engkau tidak begitu menyukainya.
Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak
mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberinya kesempatan.

Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai.
Mau wanita yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada
tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah
makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita
bisa BELAJAR mencintai. Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak
pernah berhenti menakhlukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan,
perhatian dan kasih sayang yang diberikan, aku mendengar banyak
kesaksian akhirnya wanita menyerah.

Berdasarkan apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk
hal ini, wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang
terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang
pura-pura jatuh cintanya kepadanya.

Bagi pria, Anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari cinta yang lain. Bukan yang pura-pura.
Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri. Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yang pernah sangat mencintaiku, mungkin hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah menjadi orang kaya secara materi. Tetapi aku pasti membuatnya menderita karena kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari cinta yang lain. Dan itu sangat menyakitkan. Karena hubungan itu sudah sampai kepada pernikahan, mau tidak mau kita harus tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban perceraian.
Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar. Para pria tidak dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek dan memanfaatkan wanita yang jatuh cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yang lain. Para pria tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas dan materi yang diberikan oleh wanita yang mencintainya, dengan harapan bisa mendapatkan cinta sang pria. Itu pria yang licik dan pengecut.

Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yang hampir menginjak kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sudah datang, tetapi Anda menolaknya. Karena memang anda didesain untuk "menang nolak".
Tetapi mungkin saja anda lupa kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu kuncinya bahwa anda didesain untuk dicintai
dan diperlakukan bak ratu.
Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria. Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku. "Kalau ada seorang pria yang datang kepada kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya."
Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.
Aku tidak menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, "Ya". Aku hanya mengatakan, "Berpikir dua kali terlebih dahulu untuk menolaknya." Siapa tahu, ini cinta sejatimu?

Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku tidak tahu harus menyebutnya apa lagi...
Kalian ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari. Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu.

"Jika kamu ingin membuka baut ukuran 12 maka gunakanlah kunci nomor 12"

Tulisan ini aku dedikasikan untuk para wanita - Ciptaan Terindah -

:: Hasil Copy Paste Artikel yang di Share Teman ku ""

Saturday, May 21, 2011

sebuah senandung pengantar tidur

Dulu pada waktu kecil, kami sekeluarga selalu tidur bersama dalam 1 ruangan diatas 2 buah kasur yang disatukan. Ada aku, ayahku, ibuku dan adikku yang bernama topan. Ayahku masih muda pada waktu itu. Beliau selalu bersenandung sebuah tembang jawa. Entah kenapa untuku lagu ini sangat menenangkan. Senandung ayahku itu yg mengantar kami tidur.

Aku masih ingat sepotong-sepotong liriknya. Lalu setelah aku aku cari, ternyata itu lagu itu bernama "Kidung Rumeksa ing Wengi". Lagu ternyata ini merupakan tembang macapat dandang gula karya kanjeng Sunan Kalijogo. Dari liriknya, lagu ini adalah sebuah doa keselamatan universal, yang dipercaya oleh orang jaman dulu bila dibaca tengah malam dirumah dapat menjadi semacam penolak bala. Berikut sebagian dari liriknya :
Ana (ada) kidung (tembang, lagu) rumekso (menjaga) ing wengi (di malam hari)
Teguh (kuat) hayu (selamat) luputa (semoga terhindar) ing lara (dari penyakit)
luputa (semoga terhindar dari) bilahi (malapetaka) kabeh (semua)
jim setan (jin, setan) datan (tidak) purun (mau) (jim setam tidak mau mengganggu)
paneluhan (sihir, tenung, santet) tan (tidak) ana (ada) wani (berani)

Mungkin ayahku itu bersenandung agar kami anak-anaknya yang pada waktu itu tinggal di bekasi lebih mengenal budaya jawa. Atau bisa juga ayahku bersenandung dengan harapan agar anak-anak dan keluarganya selalu diberi keselamatan. 

Mungkin orang tua mu juga melakukan hal yang sama. Hal kecil yang tidak kita perhatikan, tapi sebenarnya ada pesan cinta yang tulus didalamnya.Rasa kasih saya kedua orang tua memang tiada duanya deh. Jadi ingin segera mudik lagi dan bertemu ayah dan ibu dirumah.... :)

Monday, April 18, 2011

Filosofi Cinta

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,"Apa itu perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?" Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

Monday, January 17, 2011

Lamaranmu Ku Tolak !!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang
perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran
semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah
berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah
mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di
sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki
setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil
menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak
bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model
seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal
sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku
tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,
keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki
muda.

Friday, January 22, 2010

Diary-nya Vella


Diary Temen ney…

Dear Diary,
Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin
kamu yah, banyak banget yang Vella mau
ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella
sama temen-temen ngomongin cowok
masing-masing. Di masih inget sama Evan
kan? cowoknya Vella? Vella malu banget
deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak
cowok-cowok temen Vella yang lain Di.
Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di
semua minusnya Evan nih yah:

Minus 10 karena dia nggak punya
handphone, padahal cowok-cowok temen
Vella yang lain punya handphone.
Minus 10 karena dia nggak dibolehin
nyetir mobil sama ortunya karena belum
17, padahal cowok-cowok temen Vella yang
lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa
sendiri!
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma
cepak biasa, padahal cowok-cowok temen
Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.
Minus 10 buat dia karena dia itu nggak
suka ketempat-tempat dugem Di, padahal
Vella suka banget ke sana, malu banget
nggak sih punya cowok kayak gitu.
Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia
nggak punya satu pun jacket XSML,
padahal cowok-cowok temen Vella yang
lain sering banget belanja disana, kalau
dia sih paling pake bajunya bangsa
bangsa jacket yang merek FILA (idih
banget nggak sich Di!).
Minus 10 banget (dan yang ini banget
banget-banget) karena dia masih suka
bawa makanan dari rumah buat makang
siang ke sekolah! Gila yah Di,
malu-maluin banget nggak sih!
Sumpah yah Di, Vella malu banget sama
dia, kayaknya mau putus aja deh Di.
Dear Diary,
Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas
Vella mau kasih kado, Vella cuma diem
aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin
dia abis-abisan, dia bingung gitu
kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.

Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella
males tapi ngomong sama dia Di, Vella
suruh pembantu bilang ke Evan kalau
Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali
hari itu tapi Vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap
di sekolah Vella ngindarin Evan pake
cara ke WC cewek lah atau
ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella
selalu nggak mau nerima telepon dari
dia, kayaknya Vella bener-bener udah
illfeel dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti
biasa pas di sekolah, Vella ngindarin
dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di
kantin sama temen-temen Vella. Mereka
pada nanya kok Vella ngindarin Evan
terus Vella diem aja, tapi setelah
didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella
ngomong, “Ah bete banget gue sama tuh
cowok, udah nggak ada modal mendingan
gaul, dan mukanya setelah gue
pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok
gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet
kali yah gue!!”

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke
arah punggung Vella, Vella bingung dan
nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada
Evan di belakang Vella dan kayaknya dia
denger yang Vella baru ucapin barusan.
Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet
ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya
nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan
pergi dari situ.

Vella diem aja, ada beberapa yang
ngomong “Hayo loo Vel, dia denger lho!!”

Tapi ada juga yang ngomong, “Udahlah
Vel, baguslah denger, nggak ada
untungnya tetep sama dia, ntar elo juga
bisa dapet yang lebih bagus.”

Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek
aja, syukur deh kalau dia denger. Dia
mau minta putus juga ayo, mau banget
malah Vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat
Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella
di sekolah atau nelepon Vella. Tiap
ketemu di sekolah dia cuma diem dan
ngelewatin Vella aja.

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak
hari itu, Vella mulai ngerasa ada
sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa
Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu,
kadang-kadang Vella suka bengong bingung
sendiri, cuma Vella berusaha ilangin
perasaan itu. Vella nggak tau kenapa
jadi males kemana mana, pengennya
sendiri aja, males ngapain. Semua orang
jadi bingung kenapa Vella berubah jadi
kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau
kenapa Di.

Dear Diary,
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget,
Vella diem dan ngerenung di dalam kamar.
Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet
JaCkson Di! Tau kan liriknya?

Doesn’t really matter what the eyes is
seeing,
Cause im in love with the Inner being.

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di,
Vella baru sadar… Betapa baiknya
Evan… Vella nangis senangisnya Di,
karena Vella baru sadar betapa begonya
Vella…

Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di,
tapi plus 100 karena dia tiap malem rela
jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella
ngucapin selamat tidur setiap hari…
Minus 10 karena dia nggak dibolehin
nyetir mobil sama ortunya karena belum
17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem
minggu dia rela naik sepeda jauh dari
kemang ke bona indah khusus ngapelin
Vella biar ujan sekalipun…
Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak
biasa dan nggak suka di spike, tapi plus
100 karena dalam keadaan rambut Vella
apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau
salah potong atau salah blow atau salah
model dia selalu bilang Vella cantik
banget…
Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat
dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela
nemenin Vella ke tempat-tempat kayak
gitu, meski dia nggak suka dan rela
dimarahin ortunya karena pulang pagi
nemenin Vella… dengan naik taksi ke
rumahnya…
Minus 10 karena Evan nggak punya jacket
XSML dan hanya punya jacket FILA biasa,
tapi plus 100 karena kalau ujan di
sekolah dia selalu minjemin Vella
jacketnya meski dia sendiri kedinginan…
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke
sekolah, tapi plus 100 karena ternyata
nabung uang jajan makang siangnya buat
beli kado valentine buat Vella…
Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia
punya 600 Plus di hati Vella… dari
1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar
kebaikan… Ya Tuhan Di, betapa begonya
Vella yah… Vella yang berutung
sebenernya punya cowok Evan, dan Vella
juga yang nyakitin Evan, padahal nggak
pernah sekalipun dia nyakitin Vella.
Malemnya Vella nangis lama banget Di.
Dear Diary,
Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella
kejar dia dan bilang Vella mau ngomong,
Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia
nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih
dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi
dia dan Vella bilang minta maaf karena
Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem
aja terus pulang… Vella cuma bisa diem
karena sadar, Vella yang berbuat, Vella
juga yang kehilangan… Sakit banget
rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis
tapi juga sadar itu semua Vella yang
bikin dan Vella pula yang nanggung
resiko-nya…

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu
kamar Vella, katanya ada telepon.
Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah
maafin Vella, dia udah lupain
semuanya… aduh Di, girang banget hati
Vella, hi hi hi senengnya.

Nanti malem Evan mau kesini Di, dan
Vella mau dandan secantik-cantiknya buat
Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di…
thanx banget udah denger curhat-nya
Vella, Vella belajar satu hal Di:

Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku…
NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak
tampan, tapi plus 100 karena hatinya
luar biasa tampan…

~ Vella-Nya Evan ~

Doesnt’ Really Matter what The eyes is
seeing cause im in love with the Inner
being.

….

Ini bukan tulisan karyaku, beberapa saat yang lalu aku pernah baca postingan buletin ini di FS. Trus karna menurutku bagus aku simpen sampai sekarang. Lalu aku mikir kenapa ga ku upload aja di blog, biar bisa dibaca kalian smua yg suka buka2 blog..^^

(dipindah dari blog yg lama, original Posted : July 1, 2008)

Love hates love..


Love hates love is true…
why??

basically love hates another love…
for example:
a boy loves a girl,,
but unfortunatelly that girl loves somebody else…

so I’m sure…
the boy will hates the love from the girl to the somebody…

thats why love hates another love…

~ love hates love ~

(dipindah dari blog yg lama, original Posted : May 2, 2008)

Bidadari pagi















Bidadari pagi...
Engkau bidadari pagi
Engkau ratu di hari ku
Engkau adalah embun yang daun lahirkan
dan menetes saat mentari bersemi

Engkau adalah sepi yang datang
ditantara peir badai yang menderu

Engkau adalah sejuk
yang angin bawa di februari

Engkau adalah sinar yang mentari lahirkan
setelah fajar pergi

Engkau adalah air mata
Yang tangis kubawa ketika ku bayangkan
kita berdua

Engkau adalah alasan
Mengapa duniaku
ada

Olivian Iskandar
[Taken from film "jomblo"]

(dipindah dari blog yg lama, original Posted : July 27, 2006)