Monday, April 18, 2011

Filosofi Cinta

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,"Apa itu perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?" Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

Tuesday, March 22, 2011

Katamari Ball on Browser

Several days ago, my colleague from Bali sent me a simple script. This script demonstrate how powerful JQuery can be.
This script will generate a katamari ball, A ball which absorb every object in its size that being passed. More object attached and absorbed, more bigger ball you had. Bigger ball means bigger object can be attached.

It is pretty fun since you can play it on your browser using currently opened page. Really nice to kill your very "yawnful" time... :P

How To Play?
Simply copy paste this script below on your address bar...

javascript:var i,s,ss=['http://kathack.com/js/kh.js','http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.5.1/jquery.min.js'];for(i=0;i!=ss.length;i++){s=document.createElement('script');s.src=ss[i];document.body.appendChild(s);}void(0);

*for you who didn't know what is address bar, it is a text field where you usually put web address, such as http://bayukw.blogspot.com

Wednesday, February 16, 2011

Untuk Diri

untuk yang tak pernah nyaman
yang tak pernah berhenti mencari

untuk siapa yang bertujuan untuk tersesat
mengikuti kemana hati ingin pergi

untuk yang malu untuk malu
berusaha sama agar berbeda

untuk yang takut
takutlah pada penyesalan

untuk sang pelopor dan sang pemberontak

lupa daratan pada setiap tantangan dan kemungkinan

untuk yang siap tersandung tanpa harus jatuh

untuk yang siap mencari dan tersesat

untuk yang siap hidup untuk diri

~serangkain kata-kata yang kudengar dari sebuah iklan rokok~

Life is an Adventure

I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream

Life is an Adventure

Monday, January 17, 2011

Lamaranmu Ku Tolak !!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang
perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran
semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah
berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah
mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di
sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki
setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil
menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak
bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model
seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal
sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku
tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,
keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki
muda.

Monday, November 29, 2010

entrepreneur vs employee

Sekedar membandingkan 2 kehidupan ini menurut pendapatku.

Jaminan Kesehatan
Kematian dan Kesehatan Employee dan dependant umumnya dicover perusahaan. Tapi entrepreneur bisa beli sendiri polis asuransi.

High Income
Entrepreneur terkenal dengan high income, khususnya apabila bisnisnya sudah menggurita dimana2 dan bahkan sudah menjadi branding. Employee juga tak kalah sebenarnya, seiring dengan karir, saat menapaki level managerial, employee juga high income, apalagi klo sudah taraf direktur ke atas.

Waktu Flexible
Entrepreneur punya waktu lebih banyak, kadang berkerja dari rumah. Tapi sebenarnya sama saja. Karena saat kerja ya dia tidak bisa bermain dengan anak2nya meski sedang berada dirumah. Entrepreneur hanya unggul pada waktu yg terbuang untuk berpergian ke tempat kerja di banding employee. Bahkan pada saat merintis usaha, hari libur saja entreprenur tetap berkerja. Tapi di penghujung usaha, memang enak karena tinggal monitoring saja. Tapi employee juga tidak kalah. Di penghujung karier, level managerial juga mempunyai waktu yang flexible.

Monday, November 1, 2010

Iklan rokok yang seharusnya

Iklan rokok yang jujur seharusnya seperti ini: